30 Mei 2008

Pojok Kampus

Non scoleae sed vitae dicimus

Universitas Katolik Widya Karya Malang mengukuhkan 111 wisudawan-wisudawati terbaik dengan cara yang berbeda yang dikemas dengan menyatukan seabad kebangkitan nasional dengan menghadirkan menteri pemuda dan olah raga, Adhiyaksa Dault. Dengan kehadiran Mentri Pemuda dan olahraga diharapkan mahasiswa dan masyarakat tahu bahwa belajar dikampus itu bukan untuk sekedar mencari ilmu, tetapi juga belajar untuk menghadapi kehidupan dan tekanan sosial. Momen kebangkitan nasional juga diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika Unika Widya Karya agar tetap berkiprah lagi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui kualitas perkuliahan, menejemen hinga penelitian dan pengabidian kepada mayarakat. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Universitas Widya Karya Malang mendapat penghargaan dari Kopertis wilayah VII Jawa Timur terhadap peran serta dalam penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat.

Momentum kebangkitan nasional ini sengaja kami pilih agar wisudawan lebih termotivasi untuk mau berjuang tidak saja untuk masa depan perbadi, tetapi juga mengambil peran penting dalam pembangunan Negara dan gereja, ungkap Romo Michael Agung Christiputra.O.carm. MA, Rektor UNIKA Widya Karya, jumat (25/5) dalam konperensi pers di Hotel Kartika Graha. Ditengah persaingan global, Kemampuan akademis saja tidal cukup sebagai bekal mahasiswa saat duduk di bangku perguruan tinggi, tetapi Kemampuan soft skill juga sangat perlu dibutuhkan. Untuk menumbukan kemampuan tersebut, bisa dilakukan dengan peringatan hari-hari besar nasional sebagai momen menumbhkan rasa kebangsaan. Karena itu, momen wisuda UNIKA Widya Karya sabtu pekan lalu, dimanfaatkan untuk memperingatkan 100 tahun kebangkitan nasional. “Saya sangat setuju jika soft skill terus dikembangkan pada mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya mempunyai kemampuan akademis saja, tetapi seimbang dengan kemampuan non akademis . lulusan seperti inilah yang dibutuhkan oleh dunia kerja”, ujar rektor Universitas Katolik WIdya Karya Malang.

Menurut Romo Michael, dunia kerja tidak membutuhkan lulusan yang pandai secara akademis, melainkan kemampuan kominikasi dan bekerjasama. Kebutuhan ini menjadi tatangan perguruan tinggi untuk mencetak lulusannya agar siap bersaing didunia kerja dengan lulusan perguruan tinggi lainnya. Dan meskipun Universitas Katolik Widya Karya hanya kampus kecil jika dibandingkan dengan kampus lainnya namun telah terbukti sebagai kampus yang yang diburuh oleh dunia kerja. Untuk itu bukan kuantitas lulusan yang dibutuhkan tetapi kualitas dari hasil sebuah proses. Hal ini dapat dibuktikan dengan lulusan Widya Karya yang cepat terserap didunia kerja. “Pada tahun ini, lebih dari 50% lulusan kami sudah bekerja walaupun belum diyudisium. Adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi kami para pengajar khususnya dan kampus Widya Karya yang sudah berusia 26 tahun dan telah banyak berkiprah dalam kemajuan bangsa dan Negara. Mahasiswa kami banyak yang tidak ikut yudisium , karena sudah bekerja, terutama mahasiswa dari fakultas ekonomi dan Menejemen Informatika dan teknologi (MITEK), karena itu, dua fakultas ini menjadi fakultas faforit di Universitas Widya Karya”, tutur Romo Rektor.Kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan Universitas Widya Karya, merupakan tantangan agar perguruan tinggi ini tetap membenah diri melalui penalitian dan pelatihan secara terus menerus dengan melibatkan stakeholders besar, menenga dan kecil agar tetap dipercaya, karena itu pihaknya harus terus menggenjot penelitian dan pengembangan sebagai upaya penjaminan mutu pendidikan .

Dalam acara wisuda yag direncanakan menghadirkan Menteri pemuda dan olah raga, Adhiyaksa Dault, namun beliau tidak sempat hadir karena ada urusan kementrian sehingga kehadiran Menpora diwakili oleh asisten Ahli kementrian pemuda dan olahraga Prof. Dr. dr. Jam Tangkudung Sportmed, yang dalam orasi ilmiah dihadapan para wisudawan-wisudawati dan para orang tua wisudawan-wisudawati lebih menekaankan tentang relevansi perayaan hari kebangkitan nasional bagi seluruhrakyat Indonesia pada umumnya dan bagi masyarakat ilmiah.

Sementara ditempat terpisah Erlin, wisudawati dari D III MITEK kitika diminta komentarnya mengatakan dengan berbekal kemampuan yang diperoleh dia siap untuk mengabdi dan terjun kedunia kerja bila terpanggil untuk mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat Ende. Tidak sia-sia saya hadir di Malang dan menjadi mahasiswi UNIKA Widya Karya, ada banyak yang saya dapatkan melalui bangku kuliah dan juga lewat pengelaman berorganisasi. Lewat organisasi PMKRI yang saya geluti, dapat mengasah kepekaan saya terhadap fenomena social yang terjadi dimasyarakat, ujar aktivis PMKRI tersebut. Kepada semua anggota PMKRI basis Widya Karya, ia berpesan untuk tetap aktiv dalam diskusi mingguan dan mempromosikan PMKRI kepada setiap mahasiswa Widya Karya sehingga jumlah basis kita terus bertambah dari tahun ketahun. (Team)

Tidak ada komentar: